SATU LAGI YANG HARUS DICIDUK

Mahluk yang satu ini lebih mengharapkan presiden-lah yang meninggal ketimbang para dokter, karena mahluk satu ini menganggap kalau presiden lebih mudah dapat gantinya, apalagi manfaatnya kecil sekali.

Ini akibat ngitemin jidatnya terlalu lama, jadi tembus ke otaknya. Kader partai dakwah ini pun sungguh kebelinger. Nanti kalau diciduk, lagunya pasti sama dengan yang sudah-sudah. Akunnya dihack, atau khilaf, lalu minta maaf sambil terisak-isak, dan minta dibebasin.

Sekarang tanyakan ke si Nirwan Arief yang sok paling agamis ini. Kalau memang mudah cari gantinya, coba sebutin satu nama calonnya, dengan semua penjelasan rinci tentang pengalamannya, rekam jejaknya, prestasinya, kemampuan manajerialnya, dan lain sebagainya, dus bukan sekedar bikin tagar 2019 ganti presiden, tapi tak punya kandidat.

Lalu si Nirwan yang tak Arief ini katakan bahwa presiden manfaatnya kecil sekali, mungkin itu untuk menggambarkan bila dirinya yang sejatinya manfaatnya kecil sekali, sebab andai dia tidak bikin status ngawur, mana mungkin sekarang dia dikenal banyak orang. Tapi apa yang telah disumbangkan untuk negeri ini? NOL selain kedengkian dan kemunafikan.

Beda dengan seorang Joko Widodo yang sudah sukses sejak usia muda yang diawali sebagai pengusaha sukses. Lalu menjadi Walikota dan sempat dinobatkan sebagai salah satu walikota terbaik dunia. Lanjut menjadi Gubernur DKI Jakarta, hingga Presiden RI dua periode dan bisa membangun negeri secara spartan dari ujung Sumatera hingga Papua.

"Jadi monggo mas-mas Polisi jemput juga mahluk ciptaan Tuhan yang satu ini, agar virus kedengkiannya tak semakin mewabah."
.
.
.
Wahyu Sutono

0 Response to "SATU LAGI YANG HARUS DICIDUK"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel